Fadhilatul Ahya' (10 Jan 2010)

Lilypie - Personal pictureLilypie Kids Birthday tickers
Showing posts with label cerita pilihan. Show all posts
Showing posts with label cerita pilihan. Show all posts

Tuesday, August 31, 2010

Sebuah Kisah di Aidilfitri

Kisah ini terjadi di Madinah pada suatu pagi di hari raya Aidil Fitri. Rasulullah saw seperti biasanya mengunjungi rumah demi rumah untuk mendoakan para muslimin dan muslimah, mukminin dan mukminah agar merasa bahagia di hari raya itu. Alhamdulillah, semua terlihat merasa gembira dan bahagia, terutama anak-anak. Mereka bermain sambil berlari-lari ke sana ke mari dengan mengenakan pakaian hari rayanya. Namun tiba-tiba Rasulullah saw melihat di sebuah sudut ada seorang gadis kecil sedang duduk bersedih. Dia memakai pakaian bertambal-tambal dan sepatu yang telah usang.

Rasulullah saw lalu bergegas menghampirinya. Gadis kecil itu menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya, lalu menangis tersedu-sedu. Rasulullah saw kemudian meletakkan tangannya yang putih sewangi bunga mawar itu dengan penuh kasih sayang di atas kepala gadis kecil tersebut, lalu bertanya dengan suaranya yang lembut : “Anakku, mengapa kamu menangis? Hari ini adalah hari raya bukan?” Gadis kecil itu terkejut. Tanpa berani mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang bertanya, perlahan-lahan ia menjawab sambil bercerita : “Pada hari raya yang suci ini semua anak menginginkan agar dapat merayakannya bersama orang tuanya dengan berbahagia. Anak-anak bermain dengan riang gembira. Aku lalu teringat pada ayahku, itu sebabnya aku menangis. Ketika itu hari raya terakhir bersamanya. Ia membelikanku sebuah gaun berwarna hijau dan sepatu baru. Waktu itu aku sangat bahagia. Lalu suatu hari ayahku pergi berperang bersama Rasulullah saw. Ia bertarung bersama Rasulullah saw bahu-membahu dan kemudian dia meninggal. Sekarang ayahku tidak ada lagi. Aku telah menjadi seorang anak yatim. Jika aku tidak menangis untuknya, lalu siapa lagi?”

Setelah Rasulullah saw mendengar cerita itu, seketika hatinya diliputi kesedihan yang mendalam. Dengan penuh kasih sayang ia membelai kepala gadis kecil itu sambil berkata: “Anakku, hapuskanlah air matamu… Angkatlah kepalamu dan dengarkan apa yang akan kukatakan kepadamu…. Apakah kamu ingin agar aku menjadi ayahmu? …. Dan apakah kamu juga ingin agar Fatimah menjadi kakak perempuanmu…. dan Aisyah menjadi ibumu…. Bagaimana pendapatmu tentang usul dariku ini?”

Begitu mendengar kata-kata itu, gadis kecil itu langsung berhenti menangis. Ia memandang dengan penuh takjub orang yang berada tepat di hadapannya. Masya Allah! Benar, ia adalah Rasulullah saw, orang tempat ia baru saja mencurahkan kesedihannya dan menumpahkan segala gundah di hatinya. Gadis yatim kecil itu sangat tertarik pada tawaran Rasulullah saw, namun entah mengapa dia tidak mampu berkata sepatah katapun. Ia hanya dapat menganggukkan kepalanya perlahan sebagai tanda persetujuannya. Gadis yatim kecil itu lalu berpegangan tangan dengan Rasulullah saw menuju ke rumah. Hatinya begitu diliputi kebahagiaan yang sulit untuk dilukiskan, karena ia diperbolehkan menggenggam tangan Rasulullah saw yang lembut seperti sutra itu.

Sesampainya di rumah, wajah dan kedua tangan gadis kecil itu lalu dibersihkan dan rambutnya disisir. Semua memperlakukannya dengan penuh kasih sayang. Gadis kecil itu lalu dipakaikan gaun yang indah dan diberikan makanan, juga wang saku untuk hari raya. Lalu dia dibawa keluar, agar dapat bermain bersama anak-anak lainnya. Anak-anak lain merasa iri pada gadis kecil dengan gaun yang indah dan wajah yang berseri-seri itu. Mereka merasa kehairanan, lalu bertanya :

“Gadis kecil, apa yang telah terjadi? Mengapa kamu terlihat sangat gembira?”

Sambil menunjukkan gaun baru dan wang sakunya gadis kecil itu menjawab :

“Akhirnya aku memiliki seorang ayah! Di dunia ini, tidak ada yang mampu menandinginya! Siapa yang tidak bahagia memiliki seorang ayah seperti Rasulullah? Aku juga kini memiliki seorang ibu, namanya Aisyah, yang hatinya begitu mulia. Juga seorang kakak perempuan, namanya Fatimah. Ia menyisir rambutku dan mengenakanku gaun yang indah ini. Aku merasa sangat bahagia, dan ingin rasanya aku memeluk seluruh dunia beserta isinya.”

Rasulullah saw bersabda : ”Siapa yang memakaikan seorang anak pakaian yang indah dan mendandaninya pada hari raya, maka Allah SWT akan mendandani/menghiasinya pada hari Kiamat. Allah SWT mencintai terutama setiap rumah, yang di dalamnya memelihara anak yatim dan banyak membagi-bagikan hadiah. Barangsiapa yang memelihara anak yatim dan melindunginya, maka ia akan bersamaku di syurga.”

Itulah sekelumit kisah yang saya pernah dengarkan pada sebuah khutbah jumaat (ditambah referensi dari beberapa sumber). Semoga bermanfaat bagi kita semua. Akhirnya saya mengucapkan Selamat Hari Raya Aidil Fitri. Maaf Zahir dan Batin.

sumber : http://mazirwan.blogspot.com/

Friday, August 6, 2010

Anak Si Penjual Susu


Di malam yang pekat dan angin dingin semilir menusuk, Amirul Mukminin, Umar bin Khattab sedang menelusuri kota Madinah melalui lorong demi lorong. Di saat seluruh penduduk kota terlelap, sang khalifah tetap terjaga mendatangi satu demi satu rumah untuk mengetahui kondisi rakyatnya.

Ia sedar bahwa kepemimpinannya kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, ia tidak ingin ada seorang pun dari rakyatnya yang terzalimi.

Malam makin larut hingga tibalah fajar menyingsing. Ketika hendak beranjak ke masjid, langkahnya tertahan di depan sebuah pondok kecil. Dari dalam pondok itu terdengar percakapan lirih antara seorang ibu dan putrinya. Dari percakapan itu ternyata mereka adalah penjual susu kambing yang akan menjual hasil perahannya di pasar pagi itu.

"Nak, campurlah susu itu dengan air," pinta sang ibu kepada puterinya. Sang ibu berharap agar ia memperoleh keuntungan lebih banyak dari hasil penjualan susu campurannya.

Puterinya menjawab, "Maaf, Bu, tidak mungkin aku melakukannya. Amirul Mukminin tidak membolehkan untuk mencampur susu dengan air, kemudian menjualnya," tolak puterinya dengan halus.

Sang ibu tetap berkeras, "Itu suatu hal yang lumrah, Nak. Semua orang melakukannya. Lagi pula Amirul Mukminin tidak akan mengetahuinya," pujuk sang ibu lagi.

"Bu, boleh jadi Amirul Mukminin tidak mengetahui apa yang kita lakukan sekarang, tetapi Allah SWT Maha Melihat dan Mengetahui!" jawab sang puteri solehah.

Haru dan bahagia memenuhi dada Amirul Mukminin. Betapa ia kagum akan kejujuran dan keteguhan hati sang gadis miskin tersebut. Mungkin gadis tersebut miskin harta, tetapi begitu kaya hatinya. Amirul Mukminin teringat akan tujuannya semula dan bergegas menuju masjid untuk solat Subuh bersama para sahabat.

Sesudah melaksanakan solat di masjid, Umar bin Khaththab segera memangil puteranya yang bernama 'Ashim. Beliau segera memerintahkan 'Ashim untuk melamar puteri penjual susu yang jujur tersebut karena memang sudah saatnya 'Ashim untuk berumah tangga. Tidak lupa Amirul Mukminin menceritakan keluhuran hati gadis penghuni pondok kecil tersebut kepada puteranya.

"Aku melihat dia akan membawa berkah untukmu kelak jika kamu mempersuntingnya menjadi isterimu. Pergilah dan temui mereka, lamarlah dia untuk menjadi pendampingmu. Semoga kalian dapat melahirkan keturunan yang akan menjadi pemimpin umat kelak!" ujar Umar bin Khaththab kepada putranya, 'Ashim.

Akhirnya, 'Ashim menikahi gadis berhati suci itu dan lahirlah seorang puteri bernama Laila. Dia tumbuh menjadi gadis yang taat beribadah dan cerdas. Saat dewasa, Laila dipersunting oleh Abdul Aziz bin Marwan. Dari pernikahan keduanya lahirlah Umar bin Abdul Aziz, seorang pemimpin besar yang disegani. Dia mewarisi keagungan akhlak neneknya dan kepemimpinan buyutnya, Umar bin Khaththab.

Pengajaran pertama, betapa Allah membayar harga susu tersebut dengan memberikannya seorang suami yang soleh. Kedua, betapa pentingnya menyatukan lelaki soleh dan wanita solehah agar anak-anak yang bakal lahir adalah generasi pemimpin umat sehebat Umar bin Abdul Aziz.

Tuesday, July 20, 2010

Mama..Di Mana Mama



Hari ini, usia saya baru 6 minggu. Tiba-tiba saya rasa ada kelainan. Mulut saya disumbat dengan satu bende asing. Eh! Ini bukan puting mama.. Eeee..tak naklah! Puihhh!! Tak sedapnya rasa dia. Tapi.. kejap.. rasa macam ada susu mama..tapi mama di mana? Terdengar suara nenek memujuk, "Minumlah baby, nanti baby lapar". Apa kena mengena benda asing tu dengan minum susu. Kenapa saya kena minum susu dengan benda tu tak sedaplah. Huaaaa!!! Saya menangis sekuat hati. Tak lama selepas tu, terdengar suara mama semakin berdekatan. "Oklah sayang mama. Cukuplah latihan setakat ini. Besok kita cuba lagi", kata mama lalu saya diupah dengan apa yang dicita..Yummie!! Sedapnya, susu mama yang asli!!

Besok pagi, sekali lagi nenek pegang saya. Tapi kali ini saya dah lapar. Emm!! Macamana nak buat ni? Mama tak ambil saya pun! Oo oo! Mulut saya disumbat lagi dengan benda asing tu. Saya cuba jilat. Ehh! Ada susu mamalah kat benda ni. Macamana nak minum banyak lagi ye.. Hisap jelah, macam hisap puting mama. Tapi bende nie keras sikitlah. Isy! Tak maulah minum dengan bende keras nie. Huaaaa!!Mama nak mama!!Hehe!!Taktik menjadi, mama datang juga akhirnya. "Kenapa sayang? Puting ni tak sedap ye? Oklah, besok mama cari puting yang lembut sikit ye", kata mama dan saya pun mendapat upah yang asli.

Keesokannya, pagi-pagi lagi nenek dah mula bermain dengan saya. Seronok juga main dengan nenek ni. Tak lama selepas tu, perut saya pun lapar. Oh tidak! Mama tak ada lagi! Mesti kena sumbat dengan benda asing tu lagi. Dah agak dah! Emm tapi kali ni lembut sikit. Oklah jugak, dapatlah juga saya menahan lapar dan dahaga dengan benda ni. Rupa-rupanya saya diberikan susu mama juga tapi nenek berikan dalam botol. Lama-lama susu dalam botol pun habis. Wah! Bukan main seronok lagi nenek. Cepat-cepat mama datang kepada saya. Nampak mama tersenyum. Saya senyum kembali kepada mama. Mama hadiahkan saya ciuman di pipi dan di dahi. Emm! Seronoknya! Mama nak lagi!

Hari keempat, saya sudah boleh minum susu mama dengan botol waktu pagi. Tapi nampaknya kali ini, nenek aja yang peluk dan bermain dengan saya. Mana mama ni? Lepas beberapa lama, perut saya pun dah lapar semula. Sekali lagi nenek suapkan saya dengan botol. Eh! Ini dah dua kali ni. Tak pelah, minum jelah! Dah tengahari barulah mama ada. Mama pergi manalah agaknya. Rindunya saya!

Selepas tu setiap hari, sedikit demi sedikit waktu saya menyusu dengan mama dah digantikan dengan botol. Tapi saya dah tak kisah, asalkan yang saya dapat minum tu, susu mama. Rasanya pun tak berapa berbeza. Cuma yang herannya macamana susu mama boleh ada di dalam botol.

Satu hari, nampak mama awal-awal pagi lagi dah bersiap cantik. Seronoknya mama nak bawa saya pergi jalan ke? Mama ambik saya dan bagi saya minum susu mama. Sambil saya minum, saya ternampak satu benda pelik. Eh! Apa yang mama buat tu? Nampak macam botol susu yang saya minum semalam. Tapi kenapa ada benda yang melekat dekat puting mama sebelah lagi tu. Ooo rupa-rupanya macam tulah mama masukkan susu mama dalam botol. Mama tengah perah susulah tu. Sayapun buat tak kisah je. Yang penting saya dapat minum dengan mama.

Bila saya dah kenyang, burrpp! Mama pun lepaskan puting mama dari saya. Ahh..sedapnya! Harap-harap hari ni tak payah minum dari puting plastik tu lagi. Tapi sangkaan saya meleset sama sekali. Tak lama selepas tu. Nampak mama masuk dalam kereta. Tapi tak bawa saya sekali pun. Alamak! Mama nak pergi mana tu? Eh! Papa pun ada sekali! Selalunya, papa aja yang pergi dengan kereta pagi-pagi ni. Terdengar nenek bersuara, "Ok babai mama! Pergi kerja balik cepat ye!". Aaaa! Pergi kerja? Mamapun kena pergi kerja ke?

Nampaknya hari ini, terpaksalah saya minum lagi dengan puting plastik tu. Sehari suntuk saya duduk dengan nenek di rumah. Neneklah yang jaga saya, basuh berak saya, mandikan saya dan juga suapkan saya dengan puting plastik tu bila saya lapar. Bila dah lewat petang, barulah nampak mama. Yea! Mama dah balik! Mama pun terus menerpa dekat saya, dan peluk cium saya. Saya nampak mama bawa satu beg hitam. Apa dalam tu mama? Ooo rupa-rupanya dalam tu ada susu mama yang dah diperah masa mama di tempat kerja tapi. Wow! banyaknya! Ada 5 botol! Saya nampak mama simpan semua botol tu dalam peti ais.

Saya dah tak kisah lagi pasal semua tu. Yang penting sekarang ni, saya nak upah susu. Mama cepatlah! Bila mama beri je puting mama, saya pun terus menangkap dan aaahh, alangkah nikmatnya dapat susu mama!

Thursday, June 24, 2010

Sesuci Hati Habil

Pada suatu masa dahulu, Allah telah menciptakan Adam dan Hawa di dalam syurga. Kerana termakan pujukan syaitan, Hawa mengajak Adam memakan buah khuldi dari pohon terlarang sehingga mereka diturunkan ke dunia.


Adam dan Hawa tiba di berlainan tempat di Bumi dan akhirnya mereka bertemu. Mereka melahirkan empat orang anak: kembar perempuan (Labuda dan Ikrima) dan kembar lelaki (Habil dan Qabil).


Pada suatu hari, Allah memerintahkan Habil dan Qabil mengorbankan haiwan ternakan dan hasil tanaman mereka. Habil yang ikhlas dan baik hati membawa biri-biri yang paling gemuk dan buah-buahan terbaik kepunyaannya. Tetapi Qabil pula sebaliknya. Oleh sebab itu, Allah menerima korban Habil.


Qabil sangat dengki terhadap Habil atas apa yang terjadi. Tambahan lagi, Habil juga akan mengahwini kembar perempuan Qabil, Ikrima yang cantik. Sedangkan Qabil juga turut menyintai Ikrima. Bagi Qabil, ayahnya bersikap pilih kasih.


Saat mereka berdua berburu di hutan, Qabil menyatakan kejengkelan hatinya kepada Habil dan berhasrat untuk membunuh adiknya itu. Namun, Habil yang baik hati berkata, "saya tidak akan pernah mengangkat tangan untuk membunuhmu walaupun engkau tetap akan membunuhku."


Tiba-tiba harimau muncul di hadapan mereka. Qabil yang berasa bangga diri cuba untuk menunjukkan kekuatan dirinya dengan bergelut bersama harimau. Namun, harimau itu ternyata lebih gagah berbanding dirinya. Tanpa rasa dendam, Habil menyelamatkan saudaranya daripada menjadi habuan harimau tersebut. Tetapi, perkara itu menambah kejengkelan hati Qabil. 'Habil lebih kuat berbanding dirinya.'


Syaitan membisik kepada Qabil bagaimana caranya untuk membunuh Habil. Qabil mengangkat batu berat dan mencampakkannya ke arah kepala Habil. Habil akhirnya meninggal dunia dan wujudlah seorang pembunuh manusia pertama dalam sejarah.


Qabil menyesal terhadap perbuatannya yang kejam. Dia sedang berfikir apa yang hendak dibuat seterusnya dengan mayat adik lelaki yang telah dibunuh. Kemudian, dia melihat dua ekor burung gagak hitam yang bertarung dan satu darinya mati tertewas. Burung hitam yang hidup itu menggali tanah dan menanam burung yang sudah mati itu. Qabil mengikut cara tersebut lalu menggali tanah dengan kedalaman yang cukup untuk mayat Habil ditanam. Maka, inilah asasnya cara menanam mayat oleh masyarakat Islam dan kebanyakan budaya manusia kini yang diamalkan untuk beberapa alaf.


Pengajarannya, jadilah seikhlas Habil, dia melakukan yang terbaik dalam apa jua perkara yang dilakukannya, tidak dengki, pemaaf, suka membantu dan matinya juga insyaAllah di masukkan ke syurga. Berbahagialah dia sana...


diedit dari sumber : wikipedia