Fadhilatul Ahya' (10 Jan 2010)

Lilypie - Personal pictureLilypie Kids Birthday tickers
Showing posts with label tips. Show all posts
Showing posts with label tips. Show all posts

Saturday, July 31, 2010

Baby Walker, Masihkah Perlu?



Tidak Membantu Anak Belajar Berjalan

Selain penyebab kecelakaan, penggunaan baby walker juga diduga dapat mengakibatkan kelainan kaki. Sayang, kesadaran orang tua di Malaysia akan keamanan baby walker yang kurang tampaknya masih kurang. Nyatanya di sini baby walker masih saja digunakan, atau setidaknya produk ini masih banyak dijual di pasaran.


Terkesan Praktikal

Lalu mengapa alat bantu jalan ini tetap diminati? Menurut Dr. Karel, karena baby walker secara sekilas terkesan praktikal. Si kecil tinggal dimasukkan ke dalamnya, lalu ia pun mampu berjalan ke sana kemari dengan semahunya. Bagi bayi berusia 7-12 bulan yang sedang aktif dan tengah melatih kemampuannya berjalan, baby walker merupakan penyelamat tenaga ibubapanya. Bukankah dengan begitu orang tua jadi tak perlu keletihan menatih si kecil?

Apalagi di balik bahaya tersembunyi yang ada, baby walker kelihatan sebagai benda yang bermanfaat. Ketika bayi duduk atau berdiri dalam baby walker-nya, ia mampu menggerakkan kaki-kakinya dengan lincah. Jadilah orang tua berfikir, “Ah, kaki anakku jadi terlatih untuk bergerak. Inikan baik untuk persiapan fasa berjalannya.” Namun, alasan penggunaan baby walker yang paling utama biasanya berkaitan dengan upaya mengatasi keinginannya bergerak ke sana kemari. Dengan mampu bergerak bebas bayi menjadi lebih tenang dan tidak bosan. Sementara bagi orang tua, ketenangan si bayi memberi kesempatan kepadanya untuk mengurus berbagai pekerjaan rumahtangga tanpa harus mendampingi si kecil setiap saat.


Ribuan Keelakaan
Kenyataannya, menurut penelitian di Amerika Syarikat sekitar 14.000 kes bayi dimasukkan ke hospital disebabkan oleh kecelakaan saat menggunakan baby walker. Antara lain karena Si Kecil suka bereksplorasi ke setiap sudut rumah, komposisi roda yang tidak mendukung keamanan, komposisi rangka kurang kukuh, dan bentuknya yang membuat anak mudah jatuh.


Namanya juga bayi, tentu saja ia belum mampu mengenal situasi lingkungan; belum mampu membezakan mana permukaan curam atau landai, tangga atau lantai, benda berbahaya atau aman. Inilah beberapa kecelakaan yang sering terjadi akibat penggunaan baby walker:
• meluncur di tangga. Kecelakaan ini kemungkinan besar mengakibatkan patah tulang dan luka serius pada kepala
• terkena benda panas. Ketika duduk dalam baby walker anak mampu meraih benda-benda yang dapat membahayakan dirinya. Contohnya secangkir kopi panas di atas meja
• tenggelam. Tanpa disadari anak meluncur (dengan menggunakan baby walker-nya) ke dalam kolam renang, bath tub, atau mangkuk tandas lalu terjatuh ke dalamnya.
• meraih objek berbahaya. Dengan baby walker, anak lebih mudah meraih objek berbahaya seperti gunting, pisau, atau garpu yang terletak di atas meja misalnya
• tersepit. Ketika melewati permukaan yang bercelah, kaki bayi mungkin terjepit dan terkilir. Tangannya juga mungkin saja tersepit saat meraih celah daun pintu

Yang mengejutkan, penelitian menyatakan bahawa majoriti kecelakaan baby walker terjadi ketika orang tua/pengasuh sedang mengawasi anaknya. Mengapa demikian? Karena kita seringkali kalah dengan kecepatan bayi dalam baby walker yang dapat meluncur lebih dari 1 meter dalam 1 saat. Untuk itulah baby walker sama sekali tidak aman digunakan meskipun di bawah pengawasan orang dewasa.



Menyebabkan Kelainan Kaki

Dr. Karel masih menambahkan soal penggunaan baby walker yang dari sisi medik pun tidak cukup bermanfaat, malah cenderung merugikan. Karena aktivitas motor yang terjadi pada saat anak menggunakan baby walkerhanya melibatkan otot-otot betis sahaja. Padahal untuk mampu berjalan dengan lancar dan benar, fungsi otot paha dan otot pinggul juga perlu dilatih.

Kemampuan berjalan merupakan salah satu ketrampilan motor kasar (gerakan yang dihasilkan oleh koordinasi otot-otot besar), yang umumnya mampu dilakukan anak 1 tahun dengan toleransi waktu 3 bulan. Bila proses pelatihannya tidak benar maka akan membuat anak jadi lambat berjalan. Sebaliknya, semakin intensif dan tepat stimulasi fisiknya maka perkembangannya pun semakin pesat. Bila dibekalkan dengan gizi yang seimbang, mungkin saja di usia 9-10 bulan bayi sudah mampu berjalan.

Jadi manfaat penggunaan baby walker tidak cukup membantu anak untuk latihan berjalan. Di tempat berbeza Dr. Jacinta F. Rini, M.Si., dari e-psikologi.com, menambahkan, secara psikologis penggunaan baby walker memang tidak menguntungkan, “Secara psikologis baby walker akan membuat anak malas untuk belajar berjalan sendiri karena anak sudah biasa merasa enak bila mampu bergerak ke mana pun tanpa harus susah payah menjejakkan kakinya.”

Penggunaan baby walker bahkan dicurigai mampu mengakibatkan kelainan kaki pada anak. Memang belum ada penelitian yang mendalam, namun, kenyataan bahawa bayi duduk sambil mengangkang dalam baby walker¬nya diduga mampu menyebabkan kelainan tulang paha. Nah, berdasarkan pemahaman inilah, banyak ahli menduga penggunaan baby walker dapat menyebabkan anak berjalan agak mengangkang.

Terbiasa berjalan dengan baby walker juga mampu menimbulkan kelemahan otot-otot. Ketika diajarkan berjalan anak cenderung jatuh yang akhirnya sering membuatnya trauma dan tidak mahu melakukannya lagi sehingga kemampuan berjalannya pun menjadi lebih lambat.


Alami Lebih Baik

Jadi menurut Dr. Karel, tinggalkan baby walker. Juga, ketimbang mencari-cari alternatif alat bantu jalan lainnya, ia lebih menyarankan agar Si Kecil diajak berenang, karena dengan begitu semua otot tubuhnya bergerak, dari otot kaki, lengan, dan leher. Kalaupun tidak, cara melatih anak berjalan yang terbaik adalah yang alami. “Sangat baik anak belajar berjalan secara alami karena dapat melatih 100% serabut motor otot. Mulai otot betis, paha, maupun pinggul. Bila keseluruhan serabut otot dilatih maka anak mampu berjalan dengan lebih baik. Jadi secara medik lebih menguntungkan kalau kita pakai cara alami daripada menggunakan baby walker.” Meskipun si kecil harus jatuh bangun, anggaplah hal ini sebagai pelajaran dari pengalamannya sendiri.

Yang patut dicermati, sebaiknya latihan berjalan dilakukan dengan bertelanjang kaki. Cara ini akan melatih jari-jari kak

Tuesday, July 20, 2010

Bila Anak Menyusu, Si Ayah Janganlah Merajuk!!


Ramai juga kaum ayah yang merungut, apabila si anak asyik menyusu dengan ibunya, si ayah rasa tersisih seolah tidak diperlukan. Janganlah merajuk wahai si ayah! Ikatan kasih sayang terhadap seorang anak tidak lengkap jika hanya dicurahkan oleh si ibu. Kasih sayang ayah memang amat diperlukan dan ini dapat meringankan beban buat si ibu terutama dalam menjalani bulan-bulan awal kelahiran.

Memang hampir 50 peratus masa bayi yang baru lahir akan dihabiskan bersama ibunya. Masa ini kebanyakannya dihabiskan semasa bayi menyusu dengan si ibu. Si ayah akan mengatakan: 'Untunglah si ibu kerana semasa proses penyusuan, si anak dapat lebih mengenali ibunya. Apa tidaknya, masa menyusu anak akan dapat menyentuh ibu, mencium bau ibu, merasa aliran susu ibu dan terus terlena dalam dakapan ibu. Semua kredit dihadiahkan buat ibu.' Begitulah antara luahan rasa hati seorang ayah.

Namun hakikatnya, banyak lagi peranan yang dapat dimainkan oleh ayah bagi menyempurnakan curahan kasih sayang terhadap si anak. Si ayah boleh memandikan anak. Belailah anak kecil ini dengan penuh kasih sayang. Selepas memandikan atau apabila bayi hendak tidur, si ayah boleh mengurut bayi agar bayi berasa selesa, nyaman dan selamat untuk berehat. Selepas bayi selesai menghisap susu, si ayah boleh mengambil alih tugas menyendawakan bayi. Bila perutnya sudah kenyang, pasti ada 'hasil' yang dikeluarkan dan si ayah boleh membantu membersihkan bayi. Sebenarnya memang banyak aktiviti yang boleh dikongsi bersama seorang ayah dengan bayinya. Kesemua aktiviti ini melibatkan setuhan kulit ke kulit. Ingatlah sentuhan kulit ke kulit amat penting dalam membina ikatan kasih sayang. Kelebihan ini bukanlah hak mutlak seorang ibu sahaja.

Oleh kerana itu wahai sang ayah, tempoh cuti 'Paternity' yang diberikan janganlah disia-siakan. Ambillah peluang ini sepenuhnya untuk mengenali anak anda. Jangan biarkan si ibu keseorangan mengendalikan segalanya tentang si anak. Pada hari-hari bekerja yang lain, cubalah pulang ke rumah seawal mungkin untuk sama-sama melalui hari-hari awal membesarkan anak. Pasti, segala kasih sayang yang dicurahkan ini akan mendapat hasil yang setimpal, jika tidak dari anak itu sendiri, kepuasan diri sendiri kerana dapat melaksanakan yang terbaik pasti dikecapi. InsyaAllah segala usaha murni yang dilakukan dengan ikhlas akan mendapat balasan yang baik, jika tidak di dunia, di akhirat kelak pasti.

sumber : susuibu.com

Polisi Penyusuan Ibu Kebangsaan



Tahukah anda bahawa negara kita mempunyai Polisi Penyusuan Ibu Kebangsaan? Polisi ini menyatakan...



"Semua ibu digalakkan menyusukan anaknya dengan susu ibu SAHAJA selama 4 ke 6 bulan dan meneruskannya sehingga anaknya berumur 2 tahun. Makanan tambahan perlu dimulakan semasa anak berumur 4 ke 6 bulan.


Usaha pada peringkat kebangsaan ini tidak berakhir dengan polisi sahaja, malah garis panduan juga disediakan bagi hospital-hospital menjayakan Usaha Penyusuan Susu Ibu. Terdapat 10 langkah penting untuk menjadikan sesebuah hospital itu Hospital Rakan Bayi (Baby Friendly Hospital)
1. Mengadakan SATU POLISI bertulis mengenai penyusuan ibu.
2. Melatih semua kakitangan kesihatan dalam kemahiran yang diperlukan untuk melaksanakan polisi ini.
3. Memberitahu ibu-ibu memulakan penyusuan ibu dalam 1 jam selepas bersalin.
4. Membantu ibu-ibu memulakan penyusuan ibu dalam masa 1 jam selepas bersalin.
5. Memberi tunjuk ajar kepada para ibu mengenai cara penyusuan yang paling baik.
6. Menentukan bayi baru lahir tidak diberi minuman atau makanan selain daripada susu ibu, melainkan atas sebab-sebab perubatan.
7. Mengamalkan "Rooming-In", di mana bayi dan ibu diletakkan bersama setiap masa (24 jam sehari)
8. Menggalakkan penyusuan ibu mengikut kehendak bayi.
9. Menentukan bayi tidak diberi puting tiruan atau puting kosong.
10. Membantu penubuhan kumpulan penyokong penyusuan ibu dan rujuk ibu-ibu kepada kumpulan ini apabila keluar dari hospital atau klinik.

Walau bagaimanapun, usaha semurni ini tidak akan berjaya seandainya, ibu itu sendiri tidak berkemahuan memberikan susunya kepada bayinya yang baru lahir. Segala langkah yang diusahakan oleh pihak hospital ataupun badan kerajaan yang dipertanggungjawabkan ini tidak akan berhasil sekiranya IBU itu sendiri tidak mengambil inisiatifnya sendiri untuk melaksankan TANGGUNGJAWAB tersebut.

sumber : susuibu.com

Mendukung Anak Ketika Solat

Assalamualaikum ustaz,Saya seorang surirumah dan mempunyai anak yang masih kecil.Saya ingin bertanya adakah dibolehkan mendukung anak ketika saya sedang solat untuk mengelakkan anak menangis. Jika boleh apakah dalil dan syarat-syaratnya. Terima kasih.

Jawapan:
الحمدلله رب العالمين و الصلاة و السلام علي أشرف الأنبياء و المرسلين
وعلي آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلي يوم الدين ، أما بعد
Adalah dibolehkan solat sambil mendukung anak yang masih kecil. Soalan sebegini telah ditanya kepada Syeikh Fauzan dan beliau telah menjawab seperti berikut:

ويجوز حمل الطفل في الصلاة‏.‏ فقد حمل النبي صلى الله عليه وسلم أمامة بنت ابنته زينب رضي الله عنها وهو يصلي وكان الحسن والحسين رضي الله عنهما يصعدان على ظهره صلى الله عليه وسلم وهو ساجد
Maksudnya:
Diharuskan mendukung anak kecil sewaktu mendirikan solat. Sesungguhnya Nabi saw telah mendukung Umamah binti Zainab r.a dalam keadaan baginda sedang solat. (riwayat Bukhori dan Muslim). Dan adalah Hasan dan Husain memanjat belakang Nabi saw ketikan baginda sedang sujud. (tamat jawaban syeikh Fauzan)

Syarat yang perlu dipatuhi ialah jangan melakukan perkara-perkara yang boleh membatalkan solat seperti:
1) Pastikan anak itu bersih dari najis. Perkara ini telah disebut oleh Imam an-Nawawi dalam kitab majmuknya.
2) Kawal pergerakan. Jangan banyak bergerak sehingga hilang fokus (khusyu').
3) Dada sentiasa mengadap kiblat.
Sekian والله أعلم
Rujukan:
1) Fatwa Syeikh Fauzan
2) http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=199160
Disediakan oleh:

Ustaz Ahmad Zainal Abidin
Setiausaha MUIS