Fadhilatul Ahya' (10 Jan 2010)

Lilypie - Personal pictureLilypie Kids Birthday tickers

Saturday, July 31, 2010

Baby Walker, Masihkah Perlu?



Tidak Membantu Anak Belajar Berjalan

Selain penyebab kecelakaan, penggunaan baby walker juga diduga dapat mengakibatkan kelainan kaki. Sayang, kesadaran orang tua di Malaysia akan keamanan baby walker yang kurang tampaknya masih kurang. Nyatanya di sini baby walker masih saja digunakan, atau setidaknya produk ini masih banyak dijual di pasaran.


Terkesan Praktikal

Lalu mengapa alat bantu jalan ini tetap diminati? Menurut Dr. Karel, karena baby walker secara sekilas terkesan praktikal. Si kecil tinggal dimasukkan ke dalamnya, lalu ia pun mampu berjalan ke sana kemari dengan semahunya. Bagi bayi berusia 7-12 bulan yang sedang aktif dan tengah melatih kemampuannya berjalan, baby walker merupakan penyelamat tenaga ibubapanya. Bukankah dengan begitu orang tua jadi tak perlu keletihan menatih si kecil?

Apalagi di balik bahaya tersembunyi yang ada, baby walker kelihatan sebagai benda yang bermanfaat. Ketika bayi duduk atau berdiri dalam baby walker-nya, ia mampu menggerakkan kaki-kakinya dengan lincah. Jadilah orang tua berfikir, “Ah, kaki anakku jadi terlatih untuk bergerak. Inikan baik untuk persiapan fasa berjalannya.” Namun, alasan penggunaan baby walker yang paling utama biasanya berkaitan dengan upaya mengatasi keinginannya bergerak ke sana kemari. Dengan mampu bergerak bebas bayi menjadi lebih tenang dan tidak bosan. Sementara bagi orang tua, ketenangan si bayi memberi kesempatan kepadanya untuk mengurus berbagai pekerjaan rumahtangga tanpa harus mendampingi si kecil setiap saat.


Ribuan Keelakaan
Kenyataannya, menurut penelitian di Amerika Syarikat sekitar 14.000 kes bayi dimasukkan ke hospital disebabkan oleh kecelakaan saat menggunakan baby walker. Antara lain karena Si Kecil suka bereksplorasi ke setiap sudut rumah, komposisi roda yang tidak mendukung keamanan, komposisi rangka kurang kukuh, dan bentuknya yang membuat anak mudah jatuh.


Namanya juga bayi, tentu saja ia belum mampu mengenal situasi lingkungan; belum mampu membezakan mana permukaan curam atau landai, tangga atau lantai, benda berbahaya atau aman. Inilah beberapa kecelakaan yang sering terjadi akibat penggunaan baby walker:
• meluncur di tangga. Kecelakaan ini kemungkinan besar mengakibatkan patah tulang dan luka serius pada kepala
• terkena benda panas. Ketika duduk dalam baby walker anak mampu meraih benda-benda yang dapat membahayakan dirinya. Contohnya secangkir kopi panas di atas meja
• tenggelam. Tanpa disadari anak meluncur (dengan menggunakan baby walker-nya) ke dalam kolam renang, bath tub, atau mangkuk tandas lalu terjatuh ke dalamnya.
• meraih objek berbahaya. Dengan baby walker, anak lebih mudah meraih objek berbahaya seperti gunting, pisau, atau garpu yang terletak di atas meja misalnya
• tersepit. Ketika melewati permukaan yang bercelah, kaki bayi mungkin terjepit dan terkilir. Tangannya juga mungkin saja tersepit saat meraih celah daun pintu

Yang mengejutkan, penelitian menyatakan bahawa majoriti kecelakaan baby walker terjadi ketika orang tua/pengasuh sedang mengawasi anaknya. Mengapa demikian? Karena kita seringkali kalah dengan kecepatan bayi dalam baby walker yang dapat meluncur lebih dari 1 meter dalam 1 saat. Untuk itulah baby walker sama sekali tidak aman digunakan meskipun di bawah pengawasan orang dewasa.



Menyebabkan Kelainan Kaki

Dr. Karel masih menambahkan soal penggunaan baby walker yang dari sisi medik pun tidak cukup bermanfaat, malah cenderung merugikan. Karena aktivitas motor yang terjadi pada saat anak menggunakan baby walkerhanya melibatkan otot-otot betis sahaja. Padahal untuk mampu berjalan dengan lancar dan benar, fungsi otot paha dan otot pinggul juga perlu dilatih.

Kemampuan berjalan merupakan salah satu ketrampilan motor kasar (gerakan yang dihasilkan oleh koordinasi otot-otot besar), yang umumnya mampu dilakukan anak 1 tahun dengan toleransi waktu 3 bulan. Bila proses pelatihannya tidak benar maka akan membuat anak jadi lambat berjalan. Sebaliknya, semakin intensif dan tepat stimulasi fisiknya maka perkembangannya pun semakin pesat. Bila dibekalkan dengan gizi yang seimbang, mungkin saja di usia 9-10 bulan bayi sudah mampu berjalan.

Jadi manfaat penggunaan baby walker tidak cukup membantu anak untuk latihan berjalan. Di tempat berbeza Dr. Jacinta F. Rini, M.Si., dari e-psikologi.com, menambahkan, secara psikologis penggunaan baby walker memang tidak menguntungkan, “Secara psikologis baby walker akan membuat anak malas untuk belajar berjalan sendiri karena anak sudah biasa merasa enak bila mampu bergerak ke mana pun tanpa harus susah payah menjejakkan kakinya.”

Penggunaan baby walker bahkan dicurigai mampu mengakibatkan kelainan kaki pada anak. Memang belum ada penelitian yang mendalam, namun, kenyataan bahawa bayi duduk sambil mengangkang dalam baby walker¬nya diduga mampu menyebabkan kelainan tulang paha. Nah, berdasarkan pemahaman inilah, banyak ahli menduga penggunaan baby walker dapat menyebabkan anak berjalan agak mengangkang.

Terbiasa berjalan dengan baby walker juga mampu menimbulkan kelemahan otot-otot. Ketika diajarkan berjalan anak cenderung jatuh yang akhirnya sering membuatnya trauma dan tidak mahu melakukannya lagi sehingga kemampuan berjalannya pun menjadi lebih lambat.


Alami Lebih Baik

Jadi menurut Dr. Karel, tinggalkan baby walker. Juga, ketimbang mencari-cari alternatif alat bantu jalan lainnya, ia lebih menyarankan agar Si Kecil diajak berenang, karena dengan begitu semua otot tubuhnya bergerak, dari otot kaki, lengan, dan leher. Kalaupun tidak, cara melatih anak berjalan yang terbaik adalah yang alami. “Sangat baik anak belajar berjalan secara alami karena dapat melatih 100% serabut motor otot. Mulai otot betis, paha, maupun pinggul. Bila keseluruhan serabut otot dilatih maka anak mampu berjalan dengan lebih baik. Jadi secara medik lebih menguntungkan kalau kita pakai cara alami daripada menggunakan baby walker.” Meskipun si kecil harus jatuh bangun, anggaplah hal ini sebagai pelajaran dari pengalamannya sendiri.

Yang patut dicermati, sebaiknya latihan berjalan dilakukan dengan bertelanjang kaki. Cara ini akan melatih jari-jari kak

Tuesday, July 20, 2010

Mama..Di Mana Mama



Hari ini, usia saya baru 6 minggu. Tiba-tiba saya rasa ada kelainan. Mulut saya disumbat dengan satu bende asing. Eh! Ini bukan puting mama.. Eeee..tak naklah! Puihhh!! Tak sedapnya rasa dia. Tapi.. kejap.. rasa macam ada susu mama..tapi mama di mana? Terdengar suara nenek memujuk, "Minumlah baby, nanti baby lapar". Apa kena mengena benda asing tu dengan minum susu. Kenapa saya kena minum susu dengan benda tu tak sedaplah. Huaaaa!!! Saya menangis sekuat hati. Tak lama selepas tu, terdengar suara mama semakin berdekatan. "Oklah sayang mama. Cukuplah latihan setakat ini. Besok kita cuba lagi", kata mama lalu saya diupah dengan apa yang dicita..Yummie!! Sedapnya, susu mama yang asli!!

Besok pagi, sekali lagi nenek pegang saya. Tapi kali ini saya dah lapar. Emm!! Macamana nak buat ni? Mama tak ambil saya pun! Oo oo! Mulut saya disumbat lagi dengan benda asing tu. Saya cuba jilat. Ehh! Ada susu mamalah kat benda ni. Macamana nak minum banyak lagi ye.. Hisap jelah, macam hisap puting mama. Tapi bende nie keras sikitlah. Isy! Tak maulah minum dengan bende keras nie. Huaaaa!!Mama nak mama!!Hehe!!Taktik menjadi, mama datang juga akhirnya. "Kenapa sayang? Puting ni tak sedap ye? Oklah, besok mama cari puting yang lembut sikit ye", kata mama dan saya pun mendapat upah yang asli.

Keesokannya, pagi-pagi lagi nenek dah mula bermain dengan saya. Seronok juga main dengan nenek ni. Tak lama selepas tu, perut saya pun lapar. Oh tidak! Mama tak ada lagi! Mesti kena sumbat dengan benda asing tu lagi. Dah agak dah! Emm tapi kali ni lembut sikit. Oklah jugak, dapatlah juga saya menahan lapar dan dahaga dengan benda ni. Rupa-rupanya saya diberikan susu mama juga tapi nenek berikan dalam botol. Lama-lama susu dalam botol pun habis. Wah! Bukan main seronok lagi nenek. Cepat-cepat mama datang kepada saya. Nampak mama tersenyum. Saya senyum kembali kepada mama. Mama hadiahkan saya ciuman di pipi dan di dahi. Emm! Seronoknya! Mama nak lagi!

Hari keempat, saya sudah boleh minum susu mama dengan botol waktu pagi. Tapi nampaknya kali ini, nenek aja yang peluk dan bermain dengan saya. Mana mama ni? Lepas beberapa lama, perut saya pun dah lapar semula. Sekali lagi nenek suapkan saya dengan botol. Eh! Ini dah dua kali ni. Tak pelah, minum jelah! Dah tengahari barulah mama ada. Mama pergi manalah agaknya. Rindunya saya!

Selepas tu setiap hari, sedikit demi sedikit waktu saya menyusu dengan mama dah digantikan dengan botol. Tapi saya dah tak kisah, asalkan yang saya dapat minum tu, susu mama. Rasanya pun tak berapa berbeza. Cuma yang herannya macamana susu mama boleh ada di dalam botol.

Satu hari, nampak mama awal-awal pagi lagi dah bersiap cantik. Seronoknya mama nak bawa saya pergi jalan ke? Mama ambik saya dan bagi saya minum susu mama. Sambil saya minum, saya ternampak satu benda pelik. Eh! Apa yang mama buat tu? Nampak macam botol susu yang saya minum semalam. Tapi kenapa ada benda yang melekat dekat puting mama sebelah lagi tu. Ooo rupa-rupanya macam tulah mama masukkan susu mama dalam botol. Mama tengah perah susulah tu. Sayapun buat tak kisah je. Yang penting saya dapat minum dengan mama.

Bila saya dah kenyang, burrpp! Mama pun lepaskan puting mama dari saya. Ahh..sedapnya! Harap-harap hari ni tak payah minum dari puting plastik tu lagi. Tapi sangkaan saya meleset sama sekali. Tak lama selepas tu. Nampak mama masuk dalam kereta. Tapi tak bawa saya sekali pun. Alamak! Mama nak pergi mana tu? Eh! Papa pun ada sekali! Selalunya, papa aja yang pergi dengan kereta pagi-pagi ni. Terdengar nenek bersuara, "Ok babai mama! Pergi kerja balik cepat ye!". Aaaa! Pergi kerja? Mamapun kena pergi kerja ke?

Nampaknya hari ini, terpaksalah saya minum lagi dengan puting plastik tu. Sehari suntuk saya duduk dengan nenek di rumah. Neneklah yang jaga saya, basuh berak saya, mandikan saya dan juga suapkan saya dengan puting plastik tu bila saya lapar. Bila dah lewat petang, barulah nampak mama. Yea! Mama dah balik! Mama pun terus menerpa dekat saya, dan peluk cium saya. Saya nampak mama bawa satu beg hitam. Apa dalam tu mama? Ooo rupa-rupanya dalam tu ada susu mama yang dah diperah masa mama di tempat kerja tapi. Wow! banyaknya! Ada 5 botol! Saya nampak mama simpan semua botol tu dalam peti ais.

Saya dah tak kisah lagi pasal semua tu. Yang penting sekarang ni, saya nak upah susu. Mama cepatlah! Bila mama beri je puting mama, saya pun terus menangkap dan aaahh, alangkah nikmatnya dapat susu mama!

Bila Anak Menyusu, Si Ayah Janganlah Merajuk!!


Ramai juga kaum ayah yang merungut, apabila si anak asyik menyusu dengan ibunya, si ayah rasa tersisih seolah tidak diperlukan. Janganlah merajuk wahai si ayah! Ikatan kasih sayang terhadap seorang anak tidak lengkap jika hanya dicurahkan oleh si ibu. Kasih sayang ayah memang amat diperlukan dan ini dapat meringankan beban buat si ibu terutama dalam menjalani bulan-bulan awal kelahiran.

Memang hampir 50 peratus masa bayi yang baru lahir akan dihabiskan bersama ibunya. Masa ini kebanyakannya dihabiskan semasa bayi menyusu dengan si ibu. Si ayah akan mengatakan: 'Untunglah si ibu kerana semasa proses penyusuan, si anak dapat lebih mengenali ibunya. Apa tidaknya, masa menyusu anak akan dapat menyentuh ibu, mencium bau ibu, merasa aliran susu ibu dan terus terlena dalam dakapan ibu. Semua kredit dihadiahkan buat ibu.' Begitulah antara luahan rasa hati seorang ayah.

Namun hakikatnya, banyak lagi peranan yang dapat dimainkan oleh ayah bagi menyempurnakan curahan kasih sayang terhadap si anak. Si ayah boleh memandikan anak. Belailah anak kecil ini dengan penuh kasih sayang. Selepas memandikan atau apabila bayi hendak tidur, si ayah boleh mengurut bayi agar bayi berasa selesa, nyaman dan selamat untuk berehat. Selepas bayi selesai menghisap susu, si ayah boleh mengambil alih tugas menyendawakan bayi. Bila perutnya sudah kenyang, pasti ada 'hasil' yang dikeluarkan dan si ayah boleh membantu membersihkan bayi. Sebenarnya memang banyak aktiviti yang boleh dikongsi bersama seorang ayah dengan bayinya. Kesemua aktiviti ini melibatkan setuhan kulit ke kulit. Ingatlah sentuhan kulit ke kulit amat penting dalam membina ikatan kasih sayang. Kelebihan ini bukanlah hak mutlak seorang ibu sahaja.

Oleh kerana itu wahai sang ayah, tempoh cuti 'Paternity' yang diberikan janganlah disia-siakan. Ambillah peluang ini sepenuhnya untuk mengenali anak anda. Jangan biarkan si ibu keseorangan mengendalikan segalanya tentang si anak. Pada hari-hari bekerja yang lain, cubalah pulang ke rumah seawal mungkin untuk sama-sama melalui hari-hari awal membesarkan anak. Pasti, segala kasih sayang yang dicurahkan ini akan mendapat hasil yang setimpal, jika tidak dari anak itu sendiri, kepuasan diri sendiri kerana dapat melaksanakan yang terbaik pasti dikecapi. InsyaAllah segala usaha murni yang dilakukan dengan ikhlas akan mendapat balasan yang baik, jika tidak di dunia, di akhirat kelak pasti.

sumber : susuibu.com

Polisi Penyusuan Ibu Kebangsaan



Tahukah anda bahawa negara kita mempunyai Polisi Penyusuan Ibu Kebangsaan? Polisi ini menyatakan...



"Semua ibu digalakkan menyusukan anaknya dengan susu ibu SAHAJA selama 4 ke 6 bulan dan meneruskannya sehingga anaknya berumur 2 tahun. Makanan tambahan perlu dimulakan semasa anak berumur 4 ke 6 bulan.


Usaha pada peringkat kebangsaan ini tidak berakhir dengan polisi sahaja, malah garis panduan juga disediakan bagi hospital-hospital menjayakan Usaha Penyusuan Susu Ibu. Terdapat 10 langkah penting untuk menjadikan sesebuah hospital itu Hospital Rakan Bayi (Baby Friendly Hospital)
1. Mengadakan SATU POLISI bertulis mengenai penyusuan ibu.
2. Melatih semua kakitangan kesihatan dalam kemahiran yang diperlukan untuk melaksanakan polisi ini.
3. Memberitahu ibu-ibu memulakan penyusuan ibu dalam 1 jam selepas bersalin.
4. Membantu ibu-ibu memulakan penyusuan ibu dalam masa 1 jam selepas bersalin.
5. Memberi tunjuk ajar kepada para ibu mengenai cara penyusuan yang paling baik.
6. Menentukan bayi baru lahir tidak diberi minuman atau makanan selain daripada susu ibu, melainkan atas sebab-sebab perubatan.
7. Mengamalkan "Rooming-In", di mana bayi dan ibu diletakkan bersama setiap masa (24 jam sehari)
8. Menggalakkan penyusuan ibu mengikut kehendak bayi.
9. Menentukan bayi tidak diberi puting tiruan atau puting kosong.
10. Membantu penubuhan kumpulan penyokong penyusuan ibu dan rujuk ibu-ibu kepada kumpulan ini apabila keluar dari hospital atau klinik.

Walau bagaimanapun, usaha semurni ini tidak akan berjaya seandainya, ibu itu sendiri tidak berkemahuan memberikan susunya kepada bayinya yang baru lahir. Segala langkah yang diusahakan oleh pihak hospital ataupun badan kerajaan yang dipertanggungjawabkan ini tidak akan berhasil sekiranya IBU itu sendiri tidak mengambil inisiatifnya sendiri untuk melaksankan TANGGUNGJAWAB tersebut.

sumber : susuibu.com

Mendukung Anak Ketika Solat

Assalamualaikum ustaz,Saya seorang surirumah dan mempunyai anak yang masih kecil.Saya ingin bertanya adakah dibolehkan mendukung anak ketika saya sedang solat untuk mengelakkan anak menangis. Jika boleh apakah dalil dan syarat-syaratnya. Terima kasih.

Jawapan:
الحمدلله رب العالمين و الصلاة و السلام علي أشرف الأنبياء و المرسلين
وعلي آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلي يوم الدين ، أما بعد
Adalah dibolehkan solat sambil mendukung anak yang masih kecil. Soalan sebegini telah ditanya kepada Syeikh Fauzan dan beliau telah menjawab seperti berikut:

ويجوز حمل الطفل في الصلاة‏.‏ فقد حمل النبي صلى الله عليه وسلم أمامة بنت ابنته زينب رضي الله عنها وهو يصلي وكان الحسن والحسين رضي الله عنهما يصعدان على ظهره صلى الله عليه وسلم وهو ساجد
Maksudnya:
Diharuskan mendukung anak kecil sewaktu mendirikan solat. Sesungguhnya Nabi saw telah mendukung Umamah binti Zainab r.a dalam keadaan baginda sedang solat. (riwayat Bukhori dan Muslim). Dan adalah Hasan dan Husain memanjat belakang Nabi saw ketikan baginda sedang sujud. (tamat jawaban syeikh Fauzan)

Syarat yang perlu dipatuhi ialah jangan melakukan perkara-perkara yang boleh membatalkan solat seperti:
1) Pastikan anak itu bersih dari najis. Perkara ini telah disebut oleh Imam an-Nawawi dalam kitab majmuknya.
2) Kawal pergerakan. Jangan banyak bergerak sehingga hilang fokus (khusyu').
3) Dada sentiasa mengadap kiblat.
Sekian والله أعلم
Rujukan:
1) Fatwa Syeikh Fauzan
2) http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=199160
Disediakan oleh:

Ustaz Ahmad Zainal Abidin
Setiausaha MUIS

Praktis Ke Masjid Dengan Si Kecil


Wah... tak sabar rasanya nak sambut Ramadan ni. Terimbau kembali kenangan bersahur di pagi hari, keletihan berpuasa dan kenikmatan berbuka. Terngiang-ngiang suara imam dalam solat tarawih, suara makmum mengaminkan doa dan bacaan Quran di waktu senggang. Rindu juga pada bau rumput tatkala lewat ke surau sehingga bertarawih di atas rumput yang dihampar tikar dan bau moore seusai solat.

Mungkin ketika belum bercahaya mata, kita bebas berbuat apa saja. Tapi setelah beranak pinak ni, ibubapa perlulah lebih kreatif dan bekerjasama untuk menghidupkan Ramadhan. Mungkin tidak sukar menuntut tangan anak yang sudah pandai berjalan dan mendengar arahan untuk duduk di tepi dinding masjid sehingga kita selesai solat, tapi mudahkah untuk membiasakan bayi untuk senyap sehingga kita selesai solat.

Jika pembaca ingin juga menunaikan solat tarawih di surau atau masjid tapi mempunyai bayi yang masih kecil, bertindaklah sekarang.

1. Kelengkapan ke surau
Pastikan anda membawa peralatan solat seperti telekung solat, sejadah dan Al-Quran jika perlu. Sediakan lapik seperti toto kecil untuk alas bayi, bantal kecil, mainan yang tidak mengganggu jemaah lain, susu dan 'diapers'.

2. Keadaan surau
Pastikan surau atau masjid yang akan anda datangi selesa untuk anda dan bayi seperti ruang solat yang agak luas. Rakaat solat tarawikh dan bacaan solatnya juga tidak terlalu panjang. Jika anda turut membawa kanak-kanak, pastikan tangga surau tidak terlalu tinggi kerana mereka gemar bermain di tangga.

3. Kenderaan ke surau
Pilihlah kenderaan yang sesuai untuk anda sampai ke surau. Adalah lebih baik jika anda turut membawa teman jika sesuatu yang tidak terjangka terjadi.

Jangan lupa untuk meluruskan niat kerana Allah dan berdoa agar dipermudahkan solat-solat anda sepanjang Ramadhan ini. Jika anak menangis, utamakanlah dia berbanding solat bersama imam kerana tangisannya akan mengganggu jemaah yang lain. Sabarlah di atas kesulitan yang terjadi kerana masih ada bahagian pahala yang lain dari Allah untuk orang yang sabar.

Salam Ramadhan untuk semua.

Tuesday, July 6, 2010

Adakah Anak Kita Bijak ?


Ramai yang menilai kebijakan anak mereka berdasarkan kedudukan dalam kelas dan deratan A dalam setiap peperiksaan. Lalu kita cukup kecewa bila anak orang lebih bijak berbanding anak kita. Tahukah kita bahawa Allah mencipta setiap manusia dengan kebijakan yang berbeza ? Setelah dikaji, pakar menemui 9 kebijakan yang jarang kita sedari.

1. Kemampuan berbahasa
Orang yang kuat kepandaian linguistiknya adalah mereka yang pintar di dalam kata-kata. Sebagai anak-anak, mereka memperlihatkan kegemarannya pada kata-kata dan biasanya mereka tumbuh berkembang menjadi penyair, penulis dan peguam.

2. Logika / Matematika
Orang yang kuat di dalam jenis kepandaian matematika dan logika, cara berpikir mereka selalu berdasarkan sebab-akibat. Biasanya yang termasuk jenis ini adalah para ilmuwan, ahli matematik, ahli komputer, dan akauntan.

3. Visual/Ruang
Orang yang memiliki kelebihan dalam jenis kepandaian ini kuat di dalam segi visual, ruang, dan mengerti bagaimana benda menyesuaikan diri di angkasa. Mereka mampu melihat dan memiliki kepekaan yang kuat mengenai corak, arah, dan warna. Orang yang termasuk jenis ini biasanya sesuai untuk menjadi arkitek, pelukis, navigator, atau dekorator interior.

4. Naturalis
Menurut Gardner, kepandaian jenis ini dibentuk dari sistem saraf manusia. Naturalis adalah jenis kepandaian yang menetapkan kepekaan seseorang pada lingkungan. Lingkungan yang alami memberi kesempatan kepada orang untuk mengenal dan membezakan antara flora dan fauna. Seorang kepandaian naturalis yang baik akan mahir mengidentifikasikan hal-hal seperti model kereta dan kasut.

5. Eksistensialis
Orang yang bertanya mengapa mereka ada dan apa peranan mereka di dunia memilki perkembangan kepandaian eksistensialis yang tinggi. Intinya, sangat berhubungan dengan bidang filosofi.

6. Interpersonal
Kepandaian interpersonal memberi kesempatan kepada kita untuk mengerti dan menghubungkan satu dan yang lain dengan baik. Yang termasuk jenis ini biasanya psikologi kaunselor, perawat, dan pengasuh.

7. Intrapersonal
Orang yang kuat pada jenis kepandaian intrapersonal sangat mengenal dirinya, baik kekuatan maupun kelemahannya. Mereka biasanya percaya diri, mandiri ,dan tahu apa yang diinginkan. Yang termasuk jenis ini biasanya peniaga.

8. Musikal
Orang yang sangat tertarik pada segala sesuatu yang diciptakan oleh bunyi-bunyian termasuk dalam kategori kepandaian musikal. Menurut Gardner, kepandaian ini merupakan kepandaian pertama untuk berkembang dan bila perkembangannya dibantu maka akan dapat bertahan lama.

9. Jasmaniah / Kinestetik
Orang yang kuat di dalam kepandaian ini memecahkan atau menciptakan masalah melalui tubuh atau bagian tubuhnya. Aktor, penari dan atlet memiliki kekuatan kepandaian jasmani/kinestetik seperti yang dilakukan oleh para ahli bedah dan seniman.

Jadi, sama-samalah kita menghargai kebijakan yang ada pada anak-anak dan membentuk mereka menjadi orang yang berjaya di dunia dan akhirat.